Bank Digital
- May 27, 2025
- Posted by: Kakape
- Categories: Business plans, Innovation

Bank Digital
Oleh: Agus Paterson Sarumaha
IT & Business Development Partner
kakape.id
Sektor perbankan di Indonesia merupakan role model teknologi secara umum, mengingat regulasinya ketat mulai dari perencananan, operasional hingga pelaporan publikasi kepada stakeholdernya. Pengawasan bukan saja dari dalam (internal audit), akuntan publik, pihak regulator turut mengawasinya dalam hal ini Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Teknologi menjadi key point dalam mengelola keuangan baik funding, lending, transaksi valas, dll. Kepercayaan masyarakat kepada bank kian hari semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi keuangan.
Tak ayal lagi industri perbankan yang paling siap dalam hal migrasi dan transformasi menuju digital (go digital). Bank Digital adalah bank yang dapat menggabungkan internet banking dengan smartphone (mobile banking) dalam satu platform core banking. Nasabah dipermudah dalam mengakses fitur-fitur layanannya, mulai dari registrasi, transaksi, hingga laporan keuangan masing-masing nasabahnya sendiri, layanannya lebih cepat, user friendly artinya mempermudah nasabahnya untuk bertransaksi lewat selularnya dengan demikian terciptanya customer experience serta nasabah lebih percaya menempatkan dananya di bank.

OJK merilis 7 bank umum yang sudah menjadi bank digital, diantaranya adalah:
1. Jenius dari bank BTPN
2. Digibank dari Bank DBS
3. Jago dari Bank Jago
4. Wokee dari Bank Bukopin
5. TMRW dari Bank UOB.
6. Motion Banking dari MNC Bank (BABP)
7. Bank Aladin (Bank).
Sementara, masih ada 7 bank sedang proses untuk mendapatkan izin sebagai bank digital seperti:
1. Bank BCA Digital
2. PT BRI Agroniaga Tbk
3. PT Bank Neo Commerce Tbk
4. PT Bank Capital Tbk
5. PT Bank Harda Internasional Tbk
6. PT Bank QNB Indonesia Tbk
7. PT Bank KEB Hana.
Ramainya bank yang ingin beralih ke bank digital akan memicu persaingan pasar dan layanan, artinya bank dalam pengelolaan semi digital, akan mengalami persaingan yang cukup berat dengan bank2 digital, dan yang pasti lebih cepat dalam layanan ke nasabah.
Ditengah-tengah pandemi saat ini, bank digital menjadi solusi bertransaksi baik pada pendaftaran yang memerlukan KYC (know you customer) hingga proses persetujuan rekening dari pihak bank sudah tak perlu lagi datang ke kantor bank yang bersangkutan, hanya untuk membuka rekening misalnya, atau mencetak buku rekening dan transaksi rekening koran. Platform bank digital menyediakan dashboard kepada masing-masing nasabahnya untuk bertransaksi, dan penerbitan laporan bank statement.
Dalam rangka menjangkau nasabahnya, bank tak lagi harus membangun kantor2 cabang disetiap area, selain beban operasionalnya tinggi, memerlukan banyak karyawan pada masing-masing kantor cabang / cabang pembantu, prinsip pengembangan bank digital adalah Branchless Banking serta memperkuat agen banking lewat platform mobile yang dapat diakses dari berbagai channel ( multiple channel).
Dengan tersedianya aplikasi antar muka, mengintegrasikan layanannya ke berbagai bank dan lembaga keuangan lainnya, perusahan telco, merchant agregator, ticketing, remittance/pengiriman uang, payment gateway, dll.
Media instrumentnya berupa credit card, debit card, bank account, loyalty point, voucher, gift card, closed loop card. Dengan demikian terciptanya finansial inclusive dalam berbagai ekosistem, tanpa mengganggu bisnis proses.
Gambaran platform layanan bank digital meliputi:
Layanan Pembayaran, Layanan Perbankan, Layanan Agen Bank, Layanan Keuangan, Asuransi, dll.
Multi tenancy menjadi benefit bagi bank diberbagai ekosistem, sehingga setiap organisasi yang bekerja sama dengan bank dimungkinkan untuk monetisasi dalam rangka meningkatkan provisi bagi setiap entitas bisnis yang dikelola. Go Digital. [APS]
Contact us at the KAKAPE ID office nearest to you or submit a business inquiry online.
KAKAPE ID really helped us achieve our financial goals. The slick presentation along with fantastic readability ensures that our financial standing is stable.
